Catatan di FB 16 tahun lalu, February 6, 2010
Pagi ini aku dihibur oleh Yessy yang menulis begini: Apa yang membuat manusia tetap hidup? Setujukah kalian jika jawabannya adalah….HARAPAN?
Aku pernah tinggal dengan seorang nenek Jepang berusia 86 tahun. Dia sudah tidak punya keinginan apa-apa, bahkan kalau ditanya mau makan apa, dia tidak tahu. Setiap hari hanya datang makan, sambil bercerita tentang masa lalunya, dan aku mendengarkan. Hari-harinya membosankan, dan sering dia berkata, “Aku sudah tidak berguna lagi”. Dan aku hibur dia, bahwa tanpa dia, tidak ada yang bisa menjaga rumah, yang kerap kedatangan tamu. Jadi si Nenekpun senang.
Suatu hari aku bertanya padanya: “Nenek ingin sesuatu? Aku ingin membelikan nenek sesuatu…”
Nenek menjawab, “Ah aku tidak tahu aku ingin apa. Buat apa aku beli sesuatu, akhir hidupku sudah dekat ini.”
Lalu aku berkata, “Jangan! Nenek harus tetap punya keinginan. Tolong pikirkan, dan aku akan carikan.”
Dia berpikir, dan esok harinya dia berkata: “Imelda, saya selalu senang melihat lampu di kamar kamu menyala setiap saya pergi ke WC. Rasanya senang mengetahui ada orang yang masih bangun, dan masih memperhatikan saya. Lalu tadi malam saya mengambil perhiasanku, saya lihat satu satu, sambil berpikir apa ya keinginan saya sekarang. Dan saya tahu, saya ingin mendengar suara seorang penyanyi kesukaanku. Dulu saya tergila-gila padanya. Namanya Sugawara Youichi. Duh, dia keren sekali. Saya pernah datang ke konsernya, dan sampai menangis mendengar dia menyanyi. Tapi dia juga sudah tua. Dulu dia cakap sekali.”
“Mungkin susah untuk pergi ke konsernya nek. Tapi kan ada CD, bisa beli CDnya dan dengarkan lagi. Malam-malam kalau nenek tidak bisa tidur, bisa dengar suara dia.”
“Aku tidak punya CD, adanya tape saja”
“OK. Nanti aku carikan ya kasetnya”
Lalu aku pergi ke toko kaset dekat stasiun rumah, dan bertanya pada penjaga tokonya, apakah ada kaset dari penyanyi Sugawara Youichi. Sambil terheran-heran melihat aku, yang masih muda (uhuy) dan GAIJIN (orang asing) menanyakan Sugawara Youichi. Masa bodo! Toh aku beli ini.
Tiga ribu yen harga kasetnya. Dan sebelnya juga mengetahui bahwa harga kaset dan CD itu SAMA di Jepang. (Masih untung ada kasetnya).
Lalu aku berikan pada Nenek, yang akhirnya hampir setiap malam mendengarkan kaset pemberianku itu. Beberapa hari kulihat senyum di mukanya. Manusia memang perlu keinginan dan harapan untuk bisa bertahan hidup. Tanpa itu, dia bagaikan bunga yang layu kekurangan air, yang tinggal menunggu kapan tiba dia terkulai saja.
Sering aku juga sampai pada saat aku tidak punya keinginan apa-apa. Jika ditanya. Itu kataku. Padahal sebetulnya aku selalu punya keinginan…. ya… untuk bisa sering pulang ke Indonesia dan bertemu orang tua, saudara dan teman-teman di sana. Bertemu dengan tanah kelahiranku.
Selamat menikmati akhir pekan yang indah.
Untuk yang santai dengan keluarga, nikmatilah.
Untuk yang tetap sibuk bahkan mungkin lebih sibuk di akhir pekan ini daripada hari biasa, nikmati juga.
Aku sertakan lagu dari Sugawara Youichi berjudul Shiritakunaino (I really don’t want to know)
bisa klik di sini: http://www.youtube.com/watch?v=6n8zEhBboA8
あなたの過去など
知りたくないの
済んでしまったことは
仕方ないじゃないの
あの人のことは
忘れてほしい
たとえこの私が
聞いても言わないで
“Aku tidak ingin tahu masa lalumu
apa yang sudah terjadi, apa boleh buat kan?
Aku ingin kamu melupakan dia
Dan seandainya aku bertanyapun,
Jangan cerita apa-apa….”
Lagu opa-oma banget karena lagu ini hit di Jepang tahun 1967! (Aku saja belum lahir …. horeeee 😀 )
Imelda











