Yappari saya senang bekerja sebagai dosen! Hari ini saya tersenyum dua kali. にこにこniko-niko!
Ada seorang mahasiswi yang kawaii, manis di kelas Dasar. Sejak semester genap ini, dia selalu menyambutku dengan senyum dan celetukannya sering membuatku tersenyum.
Hari ini dia berkata: “Sensei, anting-antingnya bagus!”. Karena hari ini saya pakai anting-anting berbentuk hati merah darah. Memang saya suka anting ini. Lalu dia berkata macam-macam dan yang membuatku tertawa dia berkata,” Aku ingin pergi berwisata sama sensei deh. Pasti menyenangkan!”
Loh… baru pertama kali ini aku “diajak” berwisata oleh mahasiswa.
Lalu saya bilang, “Kalau begitu kita pergi ke iluminasi di Yomiuri Land saja (dekat kampus), pasti bagus. Saya sudah pernah sih ke sana.”
Tapi saya tambahkan…” kalau pergi cewe-cewe saja, kan tidak menarik! Ajak yang cowo-cowo juga!” hahaha… ini dosen atau mak comblang sih.
Tapi, saya pikir apa salahnya memupuk persahabatan antar mahasiswa, kan? Orang Jepang itu paling sulit bergaul, jadi perlu sedikit “percikan” supaya bisa bergaul. Soal nanti jadian, mah bukan urusan saya 😀
Senyum yang kedua, waktu saya menerima DM di Instagram dari ibunya mahasiswa. Mahasiswa yang bernama ID ini memang rajin dan sering berbincang dengan saya di waktu istirahat. Dan dia yang mengenalkan bahwa ibunya punya IG dengan foto-foto anjing peliharaannya. Saya follow dan kadang beri like juga. Baru tadi si Ibu memperkenalkan diri dan mengatakan bahwa anaknya selalu cerita tentang sensei dan selalu senang bertemu sensei. Sensei bijin! (Sensei cantik!)
Nah, loh… pertemanan aku jadi meluas ke orang tua mahasiswa, nih. Padahal aku yakin si ortu ini pasti lebih muda usianya dari saya. OMG mungkinkah sebentar lagi aku berteman di IG dengan anaknya mantan mahasiswa? huhuhu…
Anyway, senyum itu penting, dan saya usahakan untuk selalu tersenyum, meskipun untuk hal yang sepele.
Leave a Reply